Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Sama seperti organisasi maupun badan usaha lainnya, koperasi juga memiliki peraturan-peraturan dalam menjalankan usaha atau kegiatannya. Peraturan ini tertuang ke dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

Dalam sesi kali ini, kita akan melihat gambaran umum dari AD/ART KTMM. Ase Kae disarankan untuk membaca sendiri kedua dokumen tersebut supaya lebih memahami bagaimana KTMM dikelola dan dijalankan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Logo Koperasi Indonesia

Pengertian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Anggaran Dasar (AD) Koperasi adalah peraturan dasar tertulis yang memuat ketentuan-ketentuan pokok mengenai tata laksana koperasi, cara kerja, kegiatan usaha, kewajiban-kewajiban, risiko yang harus ditanggung dan keadaan apabila terjadi sesuatu yang menyebabkan berhentinya koperasi.

Rujukan untuk menyusun AD Koperasi dapat dilihat pada Pasal 8, UU nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dalam UU tersebut, AD koperasi memuat sekurang-kurangnya 10 poin berikut:

  1. daftar nama pendiri;
  2. nama dan tempat kedudukan;
  3. maksud dan tujuan serta bidang usaha;
  4. ketentuan mengenai keanggotaan;
  5. ketentuan mengenai Rapat Anggota;
  6. ketentuan mengenai pengelolaan;
  7. ketentuan mengenai permodalan;
  8. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya;
  9. ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha;
  10. ketentuan mengenai sanksi.

Dengan demikian, UU Perkoperasian yang berlaku di Republik ini masih memberi keleluasaan bagi koperasi untuk menambahkan poin-poin lain yang dianggap penting untuk diatur dalam AD, misalnya Hak Asal-Usul Pendiri.

Puncak Waringin
Puncak Waringin terlihat dari atas, setelah renovasi.
Sumber gambar: Kementerian PUPR.

Ketentuan-ketentuan dalam AD masih bersifat umum, meskipun mendasar. Beberapa ketentuan yang memerlukan rincian lebih lanjut dituangkan ke dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus yang dikeluarkan oleh Pengurus. Dengan demikian, ketentuan dalam ART maupun Peraturan Khusus koperasi tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam AD.

AD/ART koperasi ibarat pondasi untuk membentuk dan mengembangkan organisasi. Meskipun demikian, AD/ART bukan barang baku yang tidak dapat diubah-ubah lagi. Perubahan AD/ART boleh dilakukan melalui tahapan yang akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian selanjutnya dalam sesi ini.

Anggaran Dasar KTMM

Struktur AD KTMM terdiri atas 16 bab dan 52 pasal. Ase Kae disarankan untuk membaca sendiri AD tersebut di halaman ini.

Sesi kali ini membahas secara umum AD KTMM yang menjadi dasar pembentukan KTMM pada tanggal 25 Oktober 2021. AD KTMM terdiri atas 16 bab berikut:

  • Bab I: Nama dan Tempat Kedudukan;
  • Bab II: Landasan, Asas, dan Prinsip;
  • Bab III: Tujuan dan Usaha;
  • Bab IV: Keanggotaan;
  • Bab V: Rapat Anggota;
  • Bab VI: Pengurus;
  • Bab VII: Pengawas;
  • Bab VIII: Pengelolaan Usaha;
  • Bab IX: Penasehat;
  • Bab X: Pembukuan Koperasi;
  • Bab XI: Modal Koperasi;
  • Bab XII: Sisa Hasil Usaha;
  • Bab XIII: Pembubaran;
  • Bab XIV: Sanksi;
  • Bab XV: Jangka Waktu Berdirinya Koperasi;
  • Bab XVI: Anggaran Dasar Rumah Tangga dan Peraturan Khusus.

Kita tidak akan melihat satu per satu isi bab dari AD KTMM dalam sesi ini. Ase Kae sekali lagi disarankan untuk membaca sendiri AD tersebut supaya lebih memahami tata kelola KTMM.

Senja di Labuan Bajo
Senja di Labuan Bajo.
Sumber gambar: dokumen KTMM.

Anggaran Rumah Tangga KTMM

ART KTMM dibuat untuk memperjelas ketentuan-ketentuan dari AD yang membutuhkan pengaturan lebih rinci.

ART KTMM yang pertama kali disusun pada tanggal 11 Desember 2021. Isi ART lebih sedikit daripada AD, terdiri atas 12 bab dan 41 pasal. Berikut garis besar tiap bab dari ART KTMM:

  • Bab I: Identitas Koperasi;
  • Bab II: Keanggotaan;
  • Bab III: Rapat Anggota;
  • Bab IV: Pengurus;
  • Bab V: Pengawas;
  • Bab VI: Pengelolaan Usaha;
  • Bab VII: Simpanan dan Pinjaman;
  • Bab VIII: Sisa Hasil Usaha;
  • Bab IX: Pembukuan dan Pelaporan;
  • Bab X: Sanksi;
  • Bab XI: Aturan-aturan Lain;
  • Bab XII: Penutup.

Beberapa bab dalam ART memiliki kesamaan judul dengan AD. Namun, isinya berbeda. Kita tidak akan melihat satu per satu isi bab dari ART KTMM dalam sesi ini. Ase Kae disarankan lagi untuk membaca sendiri ART tersebut supaya lebih memahami tata kelola KTMM.

Ladies in Pulau Padar
Pengunjung sedang menikmati keindahan Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo.
Sumber gambar: Boe, Warisan Flores.

Perubahan AD/ART

Seperti yang disebutkan sebelumnya, AD dan ART bukan barang baku yang tidak dapat diubah-ubah lagi. Pasal 12 UU no. 25 tahun 1992 menyebutkan: Perubahan Anggaran Dasar dilakukan oleh Rapat Anggota.

Perubahan terhadap AD/ART KTMM masih dapat dilakukan melalui mekanisme atau cara yang diatur dalam Anggaran Dasar. Ada dua poin penting yang perlu diperhatikan terkait perubahan AD/ART KTMM:

  1. Perubahan dilakukan melalui Rapat Anggota (Pasal 13 AD KTMM), sesuai dengan ketentuan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian;
  2. Pasal 19 AD KTMM mengatur lebih lanjut ketentuan perubahan AD/ART melalui Rapat Anggota Khusus sebagai berikut:
    • Harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota;
    • Keputusan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota.

KTMM didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas (Pasal 51 AD KTMM). Dalam waktu yang tidak terbatas ini, perkembangan dan tuntutan zaman akan selalu dinamis. Kemungkinan untuk mengubah AD/ART diharapkan membuat KTMM lebih sigap dan tanggap dalam menyesuaikan diri supaya mampu menjawab tuntutan maupun tantangan masa demi masa.