Pengurus dan Pengawas

Pengurus dan Pengawas Koperasi, seperti yang disebutkan dalam UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, termasuk dalam perangkat koperasi, bersama dengan Rapat Anggota.

Dalam sesi kali ini, kita akan belajar bersama-sama tentang Pengurus dan Pengawas dengan merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KTMM.

Ase Kae akan selalu disarankan untuk membaca sendiri kedua dokumen tersebut supaya lebih memahami tata laksana KTMM.

Tabe Pengurus

Bagian 1: Pengurus

Bab VI Anggaran Dasar membahas kepengurusan KTMM yang dijabarkan ke dalam Pasal 21-25. Ketentuan tambahan tentang Pengurus KTMM dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga Bab IV, Pasal 17-22.

Berikut ini penjelasan ringkas tentang pemilihan, tugas, kewajiban dan hak, serta pemberhentian Pengurus.

Pemilihan Pengurus

Pengurus KTMM dipilih dari dan oleh Anggota melalui Rapat Anggota (Pasal 21 AD KTMM).

Pasal 17 ART KTMM menjelaskan, Ketua Pengurus dan Ketua Pengawas dipilih secara paket dari dan oleh Anggota dalam Rapat Anggota dengan cara sebagai berikut:

  1. Pemilihan dilakukan secara aklamasi berdasarkan musyawarah mufakat;
  2. Apabila pemilihan secara aklamasi tidak tercapai, maka pemilihan dilaksanakan melalui pemungutan suara secara langsung, bebas dan rahasia;
  3. Ketua Pengurus dan Ketua Pengawas terpilih adalah yang mendapatkan suara terbanyak.

Syarat untuk dapat dipilih sebagai Pengurus KTMM dijelaskan pada Pasal 21 ayat 2 AD KTMM, sebagai berikut:

  1. Anggota atau pendamping KTMM yang memiliki pengetahuan tentang perkoperasian, jujur, loyal dan berdedikasi terhadap KTMM;
  2. Memenuhi persyaratan standar kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi;
  3. Mempunyai keterampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat kewirausahaan;
  4. Sudah menjadi Anggota KTMM sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;
  5. Sesama Pengurus tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat ketiga; belum pernah terbukti melakukan tindakan pidana apapun, terlibat organisasi terlarang seperti diatur dalam Anggaran Rumah Tangga;
  6. Tidak sedang menjabat sebagai pengurus koperasi lain.

Masa jabatan Pengurus yang terpilih adalah selama 5 (lima) tahun. Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya, apabila yang bersangkutan berprestasi bagus dalam mengelola KTMM.

Jumlah pengurus paling sedikit 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya ditetapkan oleh keputusan Rapat Anggota. Susunan Pengurus terdiri atas:

  • Seorang atau beberapa Ketua;
  • Seorang atau beberapa Sekretaris;
  • Seorang atau beberapa Bendahara.

Pengurus yang terpilih diminta untuk mengucapkan sumpah atau janji di hadapan Rapat Anggota sebelum melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Jemur kopi depan rumah
Menjemur kopi di depan rumah menjadi pemandangan khas pedesaan Manggarai penghasil kopi.
Sumber gambar: Sisco KTMM.

Tugas dan Kewajiban Pengurus

Pasal 23 AD KTMM menjelaskan tugas dan kewajiban Pengurus secara bersama-sama yang terdiri atas 13 poin berikut:

  1. Menyelenggarakan dan mengendalikan usaha KTMM;
  2. Melakukan seluruh perbuatan hukum atas nama KTMM;
  3. Mewakili KTMM di dalam dan di luar pengadilan;
  4. Mengajukan rencana kerja, Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi;
  5. Menyelenggarakan Rapat Anggota serta mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas kepengurusannya;
  6. Memutuskan penerimaan anggota baru, penolakan anggota serta pemberhentian anggota;
  7. Membantu pelaksanaan tugas pengawasan dengan memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti yang diperlukan;
  8. Memberikan penjelasan dan keterangan kepada anggota mengenai jalannya organisasi dan usaha KTMM;
  9. Memelihara kerukunan di antara anggota dan mencegah segala hal yang menyebabkan perselisihan;
  10. Menanggung kerugian Koperasi sebagai akibat karena kelalaiannya, dengan ketentuan:
    • Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kelalaian seorang atau beberapa anggota Pengurus, maka kerugian ditanggung oleh anggota Pengurus yang bersangkutan;
    • Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kebijakan yang telah diputuskan dalam Rapat Pengurus maka semua anggota Pengurus tanpa kecuali menanggung kerugian yang diderita Koperasi.
  11. Menyusun ketentuan mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab anggota Pengurus serta ketentuan mengenai pelayanan terhadap anggota;
  12. Meminta jasa audit kepada Koperasi Jasa Audit dan atau Akuntan Publik yang biayanya ditanggung oleh Koperasi dan biaya audit tersebut dimasukkan dalam Anggaran Biaya Koperasi;
  13. Pengurus atau salah seorang yang ditunjuknya berdasarkan ketentuan yang berlaku dapat melakukan tindakan hukum yang bersifat pengurusan dan pemilikan dalam batas-batas tertentu berdasarkan persetujuan tertulis dari Keputusan Rapat Pengurus dan Pengawas Koperasi dalam hal-hal sebagai berikut:
    • Meminjam atau meminjamkan uang atas nama KTMM dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus KTMM;
    • Membeli, menjual atau dengan cara lain memperoleh atau melepaskan hak atas barang bergerak milik KTMM dengan jumlah tertentu, yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus KTMM.

Uraian tugas setiap anggota pengurus (ketua, sekretaris, bendahara) dijelaskan dalam Pasal 19 ART KTMM.

Hak Pengurus

Selain tugas dan kewajiban, Pengurus KTMM juga mempunyai hak seperti yang disebutkan dalam Pasal 24 AD KTMM, yaitu:

  1. Menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota;
  2. Mengangkat dan memberhentikan Manajer dan karyawan untuk menjalankan usaha KTMM;
  3. Membuka cabang/perwakilan usaha baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota;
  4. Melakukan upaya-upaya dalam rangka mengembangkan usaha Koperasi;
  5. Meminta laporan dari Manajer usaha KTMM secara berkala dan sewaktu-waktu diperlukan.

Hak Pengurus, khususnya tentang imbalan jasa, dijelaskan lebih lanjut dalam Pasal 21 ayat 2 ART KTMM yang berbunyi: Pembagian besaran imbalan jasa untuk masing-masing Ketua dan Anggota Pengurus ditentukan dalam Rapat Pleno Pengurus.

Pemberhentian Pengurus

Meskipun masa jabatan Pengurus KTMM berlangsung selama 5 (lima) tahun, Pengurus dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatannya berakhir apabila terbukti:

  1. Melakukan kecurangan atau penyelewengan yang merugikan usaha dan keuangan dan nama baik KTMM;
  2. Tidak mentaati ketentuan Undang-Undang Perkoperasian beserta peraturan dan ketentuan pelaksanaannya, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan keputusan Rapat Anggota;
  3. Sikap maupun tindakannya menimbulkan akibat yang merugikan bagi KTMM khususnya dan Gerakan Koperasi pada umumnya;
  4. Melakukan dan terlibat dalam tindak pidana terutama di bidang ekonomi dan keuangan dan tindak pidana lain yang telah diputus oleh Pengadilan.

Ketentuan pemberhentian Pengurus sebelum masa jabatannya berakhir diatur dalam Pasal 25 AD KTMM.

Ketika salah satu Pengurus berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, maka penggantian Pengurus dilakukan melalui Rapat Pengurus yang dihadiri oleh Pengawas dengan cara:

  1. Menunjuk salah seorang Pengurus untuk merangkap jabatan tersebut;
  2. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan Pengurus tersebut.

Pengangkatan pengganti Pengurus ini harus dipertanggungjawabkan oleh Pengurus dan disahkan dalam Rapat Anggota berikutnya.

Sawah dan bukit di Kuwus
Bukit dan sawah menghiasi lansekap daerah Kuwus dan Ndoso di Manggarai Barat.
Sumber gambar: Sisco KTMM.

Bagian 2: Pengawas

Ketentuan tentang Pengawas KTMM dijabarkan dalam Bab VII Anggaran Dasar (Pasal 26-31) dan Bab V Anggaran Rumah Tangga (Pasal 23-27).

Berikut ini penjelasan ringkas tentang pemilihan, kewajiban dan hak, serta pemberhentian Pengawas.

Pemilihan Pengawas

Pengawas dipilih dari dan oleh Anggota dalam Rapat Anggota (Pasal 26 AD KTMM).

Pasal 23 ART KTMM menjelaskan, Ketua Pengawas dan Ketua Pengurus dipilih secara paket dari dan oleh Anggota dalam Rapat Anggota dengan cara sebagai berikut:

  1. Pemilihan dilakukan secara aklamasi berdasarkan musyawarah mufakat;
  2. Apabila pemilihan secara aklamasi tidak tercapai, maka pemilihan dilaksanakan melalui pemungutan suara secara langsung, bebas dan rahasia;
  3. Ketua Pengawas dan Ketua Pengurus terpilih adalah yang mendapatkan suara terbanyak.

Syarat untuk dapat dipilih sebagai Pengawas KTMM dijelaskan pada Pasal 26 ayat 2 AD KTMM, sebagai berikut:

  1. Mempunyai pengetahuan tentang perkoperasian, pengawasan dan akuntansi, jujur dan berdedikasi terhadap Koperasi;
  2. Memiliki kemampuan keterampilan kerja dan wawasan di bidang pengawasan;
  3. Sudah menjadi anggota sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.

Masa jabatan Pengawas KTMM sama seperti Pengurus, yaitu 5 (lima) tahun, sedangkan jumlah Pengawas KTMM paling sedikit 3 (tiga) orang dan paling banyak 6 (enam) orang.

Pengawas yang terpilih juga harus mengucapkan sumpah atau janji di hadapan Rapat Anggota sebelum melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Hak dan Kewajiban Pengawas

Ketentuan mengenai hak dan kewajiban Pengawas dijabarkan dalam Pasal 28-30 AD KTMM, yaitu:

  1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan Koperasi;
  2. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada Koperasi;
  3. Meminta jasa audit kepada Akuntan Publik dengan biaya ditanggung KTMM;
  4. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan;
  5. Memberikan koreksi, saran teguran dan peringatan kepada Pengurus;
  6. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga;
  7. Membuat laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan tugas pengawasan kepada Rapat Anggota;
  8. Menerima imbalan jasa sesuai keputusan Rapat Anggota.

Uraian tugas Pengawas lebih lanjut dijabarkan dalam Pasal 25 ART KTMM.

Pemberhentian Pengawas

Pengawas juga dapat diberhentikan oleh Rapat Anggota sebelum masa jabatannya berakhir, apabila terbukti:

  1. Melakukan tindakan, perbuatan yang merugikan keuangan dan nama baik Koperasi;
  2. Tidak mentaati ketentuan Undang-Undang Perkoperasian beserta pengaturan, ketentuan pelaksanaannya, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dengan keputusan Rapat Anggota;
  3. Sikap maupun tindakannya menimbulkan pertentangan di dalam Koperasi yang akibatnya merugikan KTMM khususnya dan gerakan koperasi umumnya;
  4. Melakukan dan terlibat dalam tindak pidana yang telah diputus oleh Pengadilan.

Ketika ada anggota Pengawas yang berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, Rapat Pengawas dengan dihadiri Pengurus dapat mengangkat penggantinya dengan cara:

  1. Jabatan dan tugas tersebut dirangkap oleh anggota pengawas yang lain;
  2. Mengangkat dari kalangan anggota untuk menduduki jabatan Pengawas tersebut.

Pengangkatan pengganti Pengawas ini harus dilaporkan oleh Pengawas kepada Rapat Anggota yang terdekat untuk meminta pengesahan dan/atau memilih Pengawas yang lain.

Senja dari Bukit Elang
Pemandangan senja dari Bukit Elang di Labuan Bajo.
Sumber gambar: Sisco KTMM.

Ase Kae sudah lebih jelas tentang perangkat koperasi kita KTMM?

Untuk menyegarkan ingatan, perangkat KTMM ada 3 (tiga), yaitu:

  1. Rapat Anggota
  2. Pengurus, dan
  3. Pengawas.

Dalam dua sesi terakhir ini, kita telah belajar bersama ketiga perangkat tersebut. Ase Kae tetap disarankan untuk membaca Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KTMM supaya mendapat info yang lebih jelas tentang Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas KTMM.