Perangkat KTMM dan Rapat Anggota

Untuk menjalankan koperasi dengan baik, sebuah koperasi harus memiliki perangkat organisasi yang mampu mendukung kegiatannya.

Pasal 21 UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian menyebutkan tiga perangkat koperasi, yaitu:

  1. Rapat Anggota;
  2. Pengurus; dan
  3. Pengawas.
Tiga roda gigi

Ketiga perangkat koperasi tersebut juga diatur dalam Anggaran Dasar KTMM, pada Bab V (Rapat Anggota), Bab VI (Pengurus) dan Bab VII (Pengawas).

Dalam sesi kali ini, kita akan belajar sama-sama tentang Rapat Anggota KTMM. Dua perangkat koperasi lainnya, Pengurus dan Pengawas, akan dibahas lebih lanjut pada sesi berikutnya.

Sebagian besar bahan pembelajaran pada sesi ini dikutip dari Anggaran Dasar KTMM. Ase Kae juga disarankan untuk membaca Anggaran Rumah Tangga KTMM, khususnya Bab III tentang Rapat Anggota.

Rapat Anggota

Ketentuan mengenai Rapat Anggota (RA) KTMM dituangkan ke dalam Bab V AD KTMM dan dijabarkan lebih lanjut ke dalam Pasal 13-20. Ringkasan dari isi pasal-pasal tentang RA KTMM dijelaskan sebagai berikut:

  • Pasal 13 tentang kekuasaan RA, tujuan, pelaksanaan dan jenis-jenisnya;
  • Pasal 14 tentang keabsahan dan kuorum dalam RA;
  • Pasal 15 tentang pengambilan keputusan dalam RA;
  • Pasal 16 tentang penyampaian informasi tentang RA;
  • Pasal 17 tentang tata laksana RA;
  • Pasal 18 tentang Rapat Anggota Tahunan dan penyusunan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja;
  • Pasal 19 tentang Rapat Anggota Khusus; dan
  • Pasal 20 tentang Rapat Anggota Luar Biasa.

Rapat Anggota memegang kekuasaan tertinggi dalam KTMM (Pasal 13 AD KTMM). Itu sebabnya, partisipasi aktif setiap anggota sangat diharapkan dalam RA KTMM. Kita akan melihat lebih lanjut partisipasi anggota pada bagian lain dalam sesi ini.

Pembentukan KTMM
Louis, Ketua Pengurus yang pertama, memaparkan tujuan KTMM dalam rapat pembentukan.

RA KTMM dilakukan untuk menetapkan atau memutuskan ketentuan yang berhubungan dengan 7 (tujuh) hal berikut:

  1. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan perubahan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga;
  2. Kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen usaha dan permodalan KTMM;
  3. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas;
  4. Rencana kerja, rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi, serta pengesahan laporan keuangan;
  5. Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas Pengawas tambahan, bila Koperasi mengangkat pengawas tetap;
  6. Pembagian Sisa Hasil Usaha;
  7. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran Koperasi.

RA KTMM terdiri atas beberapa jenis, yaitu:

  • Rapat Anggota Tahunan (RAT);
  • Rapat Anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RARK dan RAPB);
  • Rapat Anggota Khusus (RAK); dan
  • Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).

Ase Kae disarankan untuk membaca sendiri Pasal 13-20 AD KTMM supaya memahami lebih lanjut penjelasan tentang Rapat Anggota.

Pelaksanaan Rapat Anggota

Pasal 16 dan 17 AD KTMM memberikan panduan tentang tata cara pelaksanaan RA.

Pasal 16 AD KTMM berbunyi:
Tempat, acara, tata tertib dan bahan materi Rapat Anggota harus sudah disampaikan terlebih dahulu kepada anggota sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari sebelum pelaksanaan Rapat Anggota.

Dengan demikian, RA bukan kegiatan yang dilakukan secara spontan. Jangka waktu 14 hari memungkinkan Anggota KTMM untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam RA.

Pasal 17 menjelaskan lebih lanjut tata laksana RA KTMM sebagai berikut:

  1. Rapat Anggota diselenggarakan oleh Pengurus;
  2. Rapat Anggota dapat dipimpin langsung oleh Pengurus dan/atau oleh Pimpinan Sidang dan Sekretaris Sidang yang dipilih dalam Rapat Anggota tersebut;
  3. Pemilihan Pimpinan dan Sekretaris Sidang dipimpin oleh Pengurus dari anggota yang hadir, yang tidak menyangkut jabatan Pengurus, Pengawas dan Pengelola atau karyawan;
  4. Setiap Rapat Anggota harus dibuat Berita Acara Rapat yang ditandatangani oleh seluruh Pimpinan dan Sekretaris Rapat;
  5. Berita Acara Keputusan Rapat Anggota yang telah ditandatangani oleh Pimpinan dan Sekretaris Rapat menjadi bukti yang sah terhadap semua Anggota Koperasi dan pihak lain.
Jalanan Lembor
Sawah, bukit dan jalan lurus menjadi ciri khas Lembor.
Sumber gambar: dokumen KTMM.

Partisipasi Anggota

KTMM adalah milik bersama, dari setiap Anggota yang sudah terdaftar. Itu sebabnya, partisipasi aktif Anggota akan menentukan kemajuan dan perkembangan KTMM.

Keanggotaan diatur dalam Bab IV Anggaran Dasar (Pasal 6-12) dan Bab II Anggaran Rumah Tangga KTMM. Pasal 8 AD KTMM menyebutkan hak-hak Anggota, antara lain:

  • Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota;
  • Memiliki hak suara yang sama;
  • Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan KTMM.

Kehadiran dalam Rapat Anggota merupakan salah satu bentuk partisipasi Anggota KTMM. Di dalam Rapat Anggota, setiap anggota memiliki hak suara yang sama (one person one vote) dalam pengambilan keputusan.

Inilah perbedaan mendasar antara koperasi dengan badan usaha lainnya. Hak suara dalam badan usaha selain koperasi ditentukan oleh jumlah kepemilikan saham. Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar pula hak suaranya.

Anggota KTMM juga dapat berpartisipasi dengan memanfaatkan layanan Tabe’ Pengurus. Ide, gagasan dan/atau keluhan terhadap layanan KTMM dapat disampaikan secara langsung kepada pengurus melalui formulir yang tersedia di website KTMM.

Partisipasi aktif Ase Kae sekalian dalam KTMM sangat diharapkan guna mendukung kemajuan KTMM dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.