Profil

Kelahiran Koperasi Tiba Meka Mandiri (KTMM) berawal dari kegelisahan. Bagaimana para pelaku usaha lokal dapat lebih berperan dan terlindungi dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo?

Koperasi merupakan jawaban praksis untuk menyatukan para pelaku usaha wisata lokal. Koperasi wisata akan menjadi lokomotif gerakan ekonomi yang lebih berpihak pada pelaku usaha wisata dari Labuan Bajo dan Manggarai Barat.

Berangkat dari pemikiran ini, para Pendiri KTMM berkumpul bersama di Kafe Demokrasi untuk pertama kalinya, pada 12 September 2021. Ketika mendengar kata koperasi, sebagian besar para Pendiri KTMM langsung mengasosiasikannya dengan koperasi kredit atau simpan pinjam.

Pertemuan Cafe Demokrasi
Pertemuan awal Para Pendiri KTMM di Cafe Demokrasi, Labuan Bajo.

Setelah melalui beberapa kali pertemuan dan diskusi bersama, para Pendiri akhirnya menyepakati jenis Koperasi Jasa dengan nama Tiba Meka Mandiri untuk wujud koperasi wisata di Labuan Bajo.

Tiba Meka adalah ucapan Bahasa Manggarai yang berarti “menerima tamu dengan keramahan dan keterbukaan.” Gabungan nama Tiba Meka Mandiri menyiratkan harapan bahwa pelaku usaha pariwisata di Manggarai Barat siap menyambut dan menerima tamu dari mana saja dengan keramahan dan keterbukaan, serta pada saat yang sama tetap mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Pada tanggal 7 Oktober 2021, para Pendiri KTMM mengundang Disperinkop Manggarai Barat untuk menyaksikan pembentukan Koperasi Tiba Meka Mandiri di rumah Ibu Getrudis. Kantor perdana KTMM pun memakai alamat rumah Ibu Getrudis, yang terletak di dekat Bandara Komodo.

Pembentukan KTMM
Louis, Ketua Pengurus yang pertama, memaparkan tujuan KTMM dalam rapat pembentukan.

Para Pendiri masih melanjutkan pembentukan KTMM dengan melakukan pendaftaran badan hukum koperasi ke Notaris Carolina Desiani Djerabu di Labuan Bajo.

Kelahiran Koperasi Jasa Tiba Meka Mandiri secara legal ditandai dengan Akta Pendirian nomor 2 dari Notaris Carolina Djerabu dan disahkan oleh SK Kemenkumham nomor AHU-0012937.AH.01.26.TAHUN 2021, pada tanggal 25 Oktober 2021.

KTMM pun memperoleh NIK (Nomor Induk Koperasi) 5315010090017 dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Serah terima akta
Serah terima Akta Pendirian KTMM di Kantor Notaris Carolina Djerabu.

Proses legalisasi badan hukum Koperasi Tiba Meka Mandiri masih terus berlanjut dengan pengurusan NPWP, NIB (Nomor Induk Berusaha), beragam perizinan usaha lainnya, dan tentunya pembukaan rekening bank.

Pernyataan Visi dan Misi

Pernyataan visi Koperasi Tiba Meka Mandiri:

Melangkah bersama meraih kesejahteraan.

Pernyataan misi Koperasi Tiba Meka Mandiri:

  1. Memfasilitasi pengembangan usaha dan kapasitas para anggota, yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan industri kepariwisataan.
  2. Membangun jaringan kerjasama internal di antara para anggota untuk menghasilkan produk/jasa kepariwisataan yang layak jual dan berkualitas.
  3. Membangun jaringan kerjasama eksternal dengan pihak-pihak lain guna mendorong pengembangan usaha kepariwisataan para anggota.
  4. Mengelola unit-unit usaha Koperasi secara profesional dan menguntungkan dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya anggota.

Kepengurusan

Sesuai dengan Anggaran Dasar, Pengurus dan Pengawas KTMM dipilih oleh Anggota untuk masa pelayanan 5 tahun. Berikut ini susunan Pengurus dan Pengawas KTMM periode 2021-2026, yang sekaligus berperan sebagai Pendiri.

PENGURUS, Periode 2021-2026

  • Ketua: Aloysius Suhartim Karya
  • Sekretaris: Alexius Jefri Hampu
  • Bendahara: Fitri Ciptosari

PENGAWAS, Periode 2021-2026

  • Ketua: Getrudis Naus
  • Anggota: Rikardus Bon
  • Anggota: Sapto Siswoyo

Anggota Pendiri:

  • Hilarius Landuk
  • Robertus Daud
  • Muhamad Buharto
  • Ladislaus Jeharun